Kolaborasi dengan Perusahaan Tangani Kemiskinan Kukar
Gamal Abdul Aziz
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Kartanegara belum lama ini
melakukan pertemuan dengan PT Pertamina Hulu Migas (PHM) di Kecamatan Sanga
sanga. Pertemuan tersebut untuk membahas keterlibatan perusahaan terhadap
aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK), sebagai upaya penanganan
kemiskinan Kutai Kartanegara.
Pada aplikasi RBPK terdapat 15 program
sasaran diantaranya, program sanitasi aman, yok baiki rumah, program air
bersih, keaksaraan dasar. Kemudian, keaksarahan usaha mandiri, kecakapan hidup,
kesetaraan kejar paket A B C, bantuan disabilitas, bantuan pangan, dan masih
banyak lainnya.
Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna
melalui Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya Gamal Abdul Aziz mengatakan,
permasalahan kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pihak
perusahaan ikut terlibat dalam penanganan kemiskinan.
"Pihak perusahaan punya kewajiban untuk
memperhatikan masyarakatnya, khususnya di wilayah operasi kerja mereka melalui
CSRnya," ucap Gamal Abdul Aziz kepada Poskotakaltimnews, di ruang
kerjanya, Rabu (21/6/2023)
Sementara pihak perusahaan dapat memilih
sasaran program yang telah disiapkan pada aplikasi RBPK, untuk data calon
penerima bantuan (CPB) juga sudah ada.
"Data data tersebut diambil dari Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan
Kemiskinan Ekstrem (P3KE), jadi mereka (perusahaan) mau ambil program apa dan
siapa yang menjadi sasaran penerima," ungkapnya.
Ia menyebutkan, dari data yang diperoleh ada
sekitar 79 perusahaan yang terlibat atau siap berkolaborasi dalam mengatasi
permasalahan kemiskinan. Dengan jumlah CPB sekitar 52 ribu Kartu Keluarga (KK).
Dirinya berharap, kasus kemiskinan di Kukar
bisa teratasi dengan baik, sehingga angka kemiskinan di Kukar semakin turun,
dengan turunnya angka kemiskinan artinya upaya yang dilakukan oleh pemerintah
daerah tidak sia sia dan serius tangani kemiskinan.
Diketahui, berdasarkan data Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI bahwa,
angka kemiskinan di Kukar pada 2022 lalu sekitar 1,45 persen, dengan jumlah
penduduk sekitar 11.479 jiwa.
Sementara Dibanding dengan 2021 ke 2022 jelas
ada penurunan, untuk yang 2021 angka kemiskinan ekstrem di Kukar sekitar 1,55
persen, dengan jumlah 12.128 jiwa. Sedangkan ada beberapa Kabupaten/Kota di
Kaltim angka kemiskinan ekstremnya relatif meningkat.
Hal itu diantaranya, di Kutai Timur pada 2021
sekitar 2,39 persen, sedangkan 2022 naik menjadi 64,54 persen, ada juga Berau
dan Mahulu.(riz/adv)